Jumat, 24 Februari 2012
pengertian senam (gyimnastic)
Menurut asal kata, senam (gymnastics) berasal dari bahasa Yunani, yang artinya: "untuk menerangkan bermacam-macam gerak yang dilakukan oleh atlet-atlet yang telanjang". Dalam abad Yunani kuno, senam dilakukan untuk menjaga kesehatan dan membuat pertumbuhan badan yang harmonis, dan tidak dipertandingkan. Baru pada akhir abad 19, peraturan-peraturan dalam senam mulai ditentukan dan dibuat untuk dipertandingkan. Pada awal modern Olympic Games, senam dianggap sebagai suatu demonstrasi seni daripada sebagai salah satu cabang olahraga yang teratur.
Menurut Menke G. Frank dalam Encyclopedia of Sport, as Bannes and Company, New York, 1960, senam terdiri dari gerakan-gerakan yang luas/banyak atau menyeluruh dari latihan-latihan yang dapat membangun atau membentuk otot-otot tubuh seperti : pergelangan tangan, punggung, lengan dan lain sebagainya. Senam atau latihan tersebut termasuk juga : unsur-unsur jungkir balik, lompatan, memanjat dan keseimbangan.
Sedang Drs. Imam Hidayat dalam bukunya Penuntun Pelajaran Praktek Senam, STO Bandung, Maret 1970 menyatakan, "Senam ialah latihan tubuh yang diciptakan dengan sengaja, disusun secara sistematik dan dilakukan secara sadar dengan tujuan membentuk dan mengembangkan pribadi secara harmonis".
Olahraga senam sendiri ada bermacam-macam, seperti : senam kuno, senam sekolah, senam alat, senam korektif, senam irama, turnen, senam artistik. Secara umum senam memang demikian adanya, dari tahun ke tahun mengalami penyempurnaan dan semakin berkembang. Yang dulunya tidak untuk dipertandingkan, namun sejak akhir abad 19 mulai dipertandingkan. Dibentuklah wadah senam internasional, dengan nama Federation International de Gymnastique (FIG), yang mengelola antara lain :
1. Senam Artistik (Artistic Gymnastics).
2. Senam Ritmik (Modern Rhytmic).
2. Senam Ritmik (Modern Rhytmic).
Senam Artistik serta perkembangannya di Indonesia
Lahirnya senam artistik di Indonesia yaitu pada saat menjelang pesta olahraga Ganefo I di Jakarta pada tahun 1963, yang mana setiap artistik merupakan salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan, untuk ini perlu dibentuk suatu organisasi yang berfungsi menyiapkan para pesenamnya. Organisasi ini dibentuk pada tanggal 14 Juli 1963 dengan nama PERSANI (Persatuan Senam Indonesia), atas prakarsa dari tokoh-tokoh olahraga se-Indonesia yang menangani dan mempunyai keahlian pada cabang olahraga senam. Promotornya dapat diketengahkan tokoh-tokoh dari daerah seperti : Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara. Wadah inilah kemudian telah membina dan menghasilkan atlet-atlet senam yang dapat ditampilkan dalam Ganefo I dan untuk pertama kalinya pula pesenam-pesenam Indonesia menghadapi pertandingan Internasional. Kegiatan selanjutnya adalah mengikut sertakan tim senam dalam rangka Konferensi Asia Afrika I dan dalam Ganefo Asia, dimana untuk mempersiapkan atlet-atlet Indonesia ini dipanggil pelatih-pelatih senam dari RRC, maka dengan demikian Indonesia mengalami kemajuan dalam prestasi olahraga senam. Tetapi sangat disayangkan bahwa harapan yang mulai tumbuh harus berhenti sementara oleh karena suasana politik yaitu saat meletusnya G 30 S/PKI, sehingga pelatih-pelatih dari RRC harus dikembalikan ke negaranya.
Usaha untuk mengejar ketinggalan ini maka pada tahun 1967 dikirim seorang pelatih Indonesia yaitu : Sdr. T. J. Purba ke Jerman Timur untuk sekolah khusus pelatih senam artistik selama 26 bulan. Kemudian sebagai titik tolak yang kedua adalah dimasukkannya cabang olahraga senam artistik yang pertama kalinya dalam Pekan Olahraga Nasional (PON VII/1969) di Surabaya, dan kemudian untuk seterusnya dimasukkan dalam setiap penyelenggaraan PON.
Pengertian Senam
Senam adalah aktivitas fisik yang dilakukan baik sebagai cabang olahraga tersendiri maupun sebagai latihan untuk cabang olahraga lainnya.Berlainan dengan cabang olahraga lain umumnya yang mengukur hasil aktivitasnya pada obyek tertentu, senam mengacu pada bentuk gerak yang dikerjakan dengan kombinasi terpadu dan menjelma dari setiap bagian anggota tubuh dari komponen-komponen kemampuan motorik seperti : kekuatan, kecepatan, keseimbangan, kelentukan, agilitas dan ketepatan. Dengan koordinasi yang sesuai dan tata urutan gerak yang selaras akan terbentuk rangkaian gerak artistik yang menarik.
Pada tingkat sekolah atau yunior pertandingan dapat dibatasi pada nomor-nomor tertentu, biasanya senam lantai dan kuda-kuda lompat. Pertandingan tingkat Nasional dan Internasional bagi pria terdiri dari 6 (enam) nomor yakni : senam lantai, kuda-kuda lompat, kuda-kuda pelana, palang sejajar, palang tunggal, dan gelang-gelang. Sedang bagi wanita ada 4 (empat) nomor : senam lantai, kuda-kuda lompat, balok keseimbangan, dan palang bertingkat.
Penilaian diberikan oleh 4 (empat) orang wasit yang dipimpin oelh seorang wasit kepala. Setiap peserta pertandingan harus melakukan 2 (dua) macam rangkaian pada setiap nomor atau alat, satu rangkaian wajib (yang telah ditentukan terlebih dahulu) dan satu rangkaian pilihan atau bebas masing-masing. Nilai seseorang adalah rata-rata dari dua nilai tengah dengan membuang nilai tertinggi dan nilai terendah dari 4 (empat) orang wasit. Pesenam dengan nilai akumulasi tertinggi menjadi juara ke I dalam kategori serba bisa, tertinggi kedua menjadi juara ke II dan seterusnya.
Juara regu ditentukan dengan penjumlahan 5 (lima) nilai terbaik dari 6 (enam) anggota regu dan setiap alat. 6 (enam) peserta terbaik dari semua atlet turut dalam pertandingan final pada tiap-tiap atlet dan nilai akhir yaitu rata-rata dari rangkaian bebas/pilihan dan wajib terdahulu disatukan dengan nilai rangkaian bebas/pilihan dalam final. Nilai ini menentukan urutan pemenang tiap alat.
Para wasit memberikan nilai pada waktu bersamaan. Nilai maksimum adalah : 10,000. Hukuman-hukuman diberikan dengan pengurangan nilai pada pelaksanaan yang salah, penguasaan yang kurang baik, dibantu orang lain, jatuh dari alat atau melampaui batas waktu. Selain itu dinilai pula faktor kesulitan gerak dan penampilan estetikanya. Besar pengurangan nilai adalah persepuluhan. Peraturan penilaian direvisi setiap 2 (dua) tahun. Semua gerakan mempunyai faktor kesulitan yaitu : A, B dan yang tersukar adalah C. Rangkaian latihan biasaya terdiri atas sikap-sikap statis yang memerlukan tenaga yang besar disambung dengan gerakan-gerakan berirama y agn sesuai. Sementara sejumlah berntuk gerak memerlukan kekuatan yang lain memerlukan mobilitas atau keterampilan.
Senam lantai
Biasanya merupakan nomor pertama dalam pertandingan atas pertimbangan kesempatan bagi para pesenam untuk juga berlaku sebagai pemanasan karena gerakan-gerakannya tidak memerlukan tenaga otot yang luar biasa. Nomor ini mungkin merupakan tontonan yang paling mengasyikkan dibanding dengan alat-alat lain meskipun sebenarnya relatif berkembang paling baru. Untuk pertama kali nomor ini sebagai nomor perseorangan dalam Olympiade 1932 dan bagi wanita baru 20 tahun kemudian.
Senam lantai sangat populer terutama bagi penyelenggaraan secara massal yang dapat diikuti oleh ribuan peserta bersama-sama. Gerakan-gerakannya dapat dikerjakan secara seragam dan membentuk formasi-formasi yagn menarik dan mengesankan. Di negeri kita sekarang sedang digalakkan apa yang disebut senam pagi Indonesia.
Lantai pertandingan berukuran 12 m2 dalam ruang yang berukurang 14 m2 dilapisi karpet kenyal setebal 0,045 m. Pria tampil dalam waktu 70 detik dan wanita dengan diiringi musik 90 detik. Keduanya bertujuan untuk memberikan kesan kepada para wasit dengan rangkaian urutan dari berbagai lompatan, putaran, keseimbnagan dicampur dengan unsur-unsur lonjakan dan akrobatik. Gerakan-gerakan yang menekankan tenaga harus dilakukan secara lambat dan sikap statis sekurang-kurangnya 2 detik. Gerakan-gerakan salto harus dikerjakan setinggi bahu.
Peralatan Senam Artistik
Ukuran alat
1. Bentuk putera ada 6 (enam) alat :
- Floor exercise (lantai)
Ukuran 12x12 m
Ukuran 12x12 m
- Pommel horse (kuda-kuda pelana)
Panjang 1.60 m
Tinggi 1.10 m
Panjang 1.60 m
Tinggi 1.10 m
- Rings (gelang-gelang)
Tinggi 2.55 m
Jarak 0.50 m
Tinggi 2.55 m
Jarak 0.50 m
- Horse vault (kuda-kuda lompat)
Panjang 1.60 m
Tinggi 1.35 m
Panjang 1.60 m
Tinggi 1.35 m
- Parallelbar (palang sejajar)
Panjang 3.50 m
Jarak 0.48 s/d 0.52 m
Tinggi 1.75 m
Panjang 3.50 m
Jarak 0.48 s/d 0.52 m
Tinggi 1.75 m
- Horizontal bar (palang tunggal)
Panjang 2.40 m
Tinggi 2.55 m
Panjang 2.40 m
Tinggi 2.55 m
2. Untuk puteri ada 4 (empat) alat :
- Horse vault (kuda-kuda lompat)
Panjang 1.60 m
Tinggi 1.20 m
Panjang 1.60 m
Tinggi 1.20 m
- Uneven bars (palang bertingkat)
Panjang 2.40 m
Tinggi palang bawah 1.50 m
Tinggi palang atas 2.30 m
Panjang 2.40 m
Tinggi palang bawah 1.50 m
Tinggi palang atas 2.30 m
- Balance beam (balok keseimbangan)
Panjang 5.00 m
Tinggi 1.20 m
Panjang 5.00 m
Tinggi 1.20 m
- Floor exercise (lantai)
Ukuran 12 x 12 m
Ukuran 12 x 12 m
Peraturan Umum Senam Artistik
1. Kejuaraan beregu (Kompetisi I)
- Setiap regu terdiri dari 6 (enam) pesenam putera/puteri.
- Terdiri dari rangkaian wajib dan rangkaian pilihan, pada putera 6 (enam) alat, puteri 4 (empat) alat.
- Juara beregu (Kompetisi I) adalah regu dengan jumlah nilai terbanyak, dari jumlah 5 (lima) pesenam
terbaik pada masing-masing alat untuk rangkaian wajib dan rangkaian pilihan.
- Terdiri dari rangkaian wajib dan rangkaian pilihan, pada putera 6 (enam) alat, puteri 4 (empat) alat.
- Juara beregu (Kompetisi I) adalah regu dengan jumlah nilai terbanyak, dari jumlah 5 (lima) pesenam
terbaik pada masing-masing alat untuk rangkaian wajib dan rangkaian pilihan.
Nilai maksimum untuk putera adalah : 12 nomor pertandingan x 50 = 600 (wajib dan pilihan) 6 nomor
pertandingan x 50 = 300 (pilihan)
pertandingan x 50 = 300 (pilihan)
Nilai maksimum untuk puteri adalah : 8 nomor pertandingan x 50 = 400 (wajib dan pilihan) 4 nomor
pertandingan x 50 = 200 (pilihan)
pertandingan x 50 = 200 (pilihan)
2. Kejuaraan perorangan serba bisa (Kompetisi II)
- Peserta finalis diambil dari 36 pesenam terbaik dari hasil kompetisi I, atau 1/3 dari jumlah peserta.
- Dibatasi 3 (tiga) pesenam dari tiap negara/daerah
- Hanya melakukan rangkaian pilihan :
* untuk putera 6 (enam) alat
* untuk puteri 4 (empat) alat
- Juara perorangan serba bisa (Kompetisi II) adalah pesenam dengan jumlah nilai terbanyak dari nilai
rata-rata pada Kompetisi I (wajib & pilihan), ditambah dengan nilai kompetisi II pada seluruh alat.
- Dibatasi 3 (tiga) pesenam dari tiap negara/daerah
- Hanya melakukan rangkaian pilihan :
* untuk putera 6 (enam) alat
* untuk puteri 4 (empat) alat
- Juara perorangan serba bisa (Kompetisi II) adalah pesenam dengan jumlah nilai terbanyak dari nilai
rata-rata pada Kompetisi I (wajib & pilihan), ditambah dengan nilai kompetisi II pada seluruh alat.
Nilai maksimum untuk putera = 120
Nilai maksimum untuk puteri = 80
3. Kejuaraan perorangan per alat (Kompetisi III)
- Peserta finalis diambil dari 8 (delapan) pesenam terbaik dari hasil kompetisi I pada alat tersebut.
- Dibatasi 2 (dua) pesenam dari tiap negara/daerah, dan hanya 3 (tiga) alat yang boleh diikuti oleh
seorang pesenam
- Hanya melakukan rangkaian pilihan :
* untuk putera 6 (enam) alat
* untuk puteri 4 (empat) alat
- Juara perorangan per alat (kompetisi III) adalah pesenam dengan jumlah nilai terbanyak dari nilai
rata-rata pada kompetisi I (wajib dan pilihan) ditambah dengan nilai kompetisi III pada
- Dibatasi 2 (dua) pesenam dari tiap negara/daerah, dan hanya 3 (tiga) alat yang boleh diikuti oleh
seorang pesenam
- Hanya melakukan rangkaian pilihan :
* untuk putera 6 (enam) alat
* untuk puteri 4 (empat) alat
- Juara perorangan per alat (kompetisi III) adalah pesenam dengan jumlah nilai terbanyak dari nilai
rata-rata pada kompetisi I (wajib dan pilihan) ditambah dengan nilai kompetisi III pada
anatomi
MAKALAH ANATOMI
PENDIDIKAN JASMANI, KESEHATAN, DAN REKREASI (FPOK)
Diajukan untuk Memenuhi tugas makalah
ANATOMI

Oleh :
Rifkhi Azzuhri
1001974
JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI, KESEHATAN, DAN REKREASI
FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2010
PENDAHULUAN
Segala puji bagi Allah SWT yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini. Dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Nya. mungkin saya tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui seberapa besar pengetahuan tentang sikap headstand. Makalah ini memuat tentang analisis gerak headstand. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada dosen dan teman- teman yang telah banyak membimbing dalam menyelesaikan makalah ini.
Dalam senam dinomor lantai itu ada bermacam-macam gerakan yang dilombakan, diantaranya yaitu rol depan dan rol belakang, tiger srong, heandstand, redslay, Stutz, dan headstand.
Dalam hadstand ini kita ditinjau untuk bias berdiri dengan kepala kita yang dibantu oleh kedua tangan kita. Dalam gerakan sebenarnya tidak terlalu sulit, namun semua itu teergantung pada diri kita. Jika kita telah termotivasi dan punya semangat yang membara maka biasanya akan cepat menguasai gerakan tersebut untuk lebih jelasnya tentang headstand akan dijelaskan dalam isi makalah ini..
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Saya mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.
Pengertian headstand.
Headstand yaitu merupakan gerakan berdiri dengan kepala (firman blog 2009). Headstand merupakan suatu gerakan yang bertumpu pada kepala, namun dibantu oleh kedua tangan kita yang ikut menjaga keseimbangan juga.
Headstand dalam yoga yaitu dilakukan denngan kepala dijepit oleh kedua lengan kita, yang artinya dalam gerakan tersebut untuk menjaga keseimbangannya lebih mudah, karena badan ditumpu oleh kedua lengan kita dan kepala sebagai penyangga tubuh saja.
Headstand dalam breakdance dilakkan untuk menuju gerrakan headspin (putaran kepala), namun untuk bias melakukan headspin anda harus sering mmelakukan headstand dulu.Holowhead yaitu gerakan dimana kedua tangan berada dibelakang kepala dan lurus, tumpuan kepala berada dibelakang kepala, posisi kaki saling menyilang dan meruncing, gerakan ini lebih susah dari headstand biasa.

1. Berdiri dengan Kepala (Headstand) Berdiri dengan kepala
adalah sikap tegak dengan bertumpu pada kepala dan ditopang oleh kedua tangan.
· Sikap permulaan membungkuk bertumpu pada dahi dan tangan. Dahi dan tangan membentuk segitiga sama sisi.
· Angkat tungkai ke atas satu per satu bersamaan. Untuk menjaga agar badan tidak mengguling ke depan, panggul ke depan, dan punggung membusur.
· Berakhir pada sikap badan tegak, dan tungkai rapat lurus ke atas.
Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan : saat melakukan headstand yaitu:
a. Penempatan kedua tangan dan kepala tidak membentuk titik-titik segitiga sama sisi.
b. Kekakuan pada leher, sendi bahu, perut, pinggang, dan paha.
c. Otot-otot leher, sendi bahu, perut, pinggang, dan paha kurang kuat.
d. Akibat dari poin b dan c diatas menyebabkan kurangnya koordinasi dan keseimbangan
e. Alas dasar/lantai tempat kepala bertumpu terlalu keras sehingga menimbulkan rasa
f. sakit.
g. Terlalu cepat/kuat pada saat menolak
h. Sikap tangan yang salah, yaitu jari tangan tidak menghadap kedepan
Cara memberi bantuan dalam gerakan headstand yaitu : Karena panggul menjadi titik berat yang utama dalam bentuk sikap berdiri dengan kepala, maka bantuan yang utama adalah :
· Mengangkat dan menarik panggul
· Menopang panggul bagi pelaku yang dapat memindahkan panggul kedepan
· Memegang dan menahan kedua kaki pelaku, pegang pada ujung pergelangan kaki dan belakang paha atau panggul
Analisis Gerak Pivot Dalam Segi Anatomi Tulang, Sendi dan Susunan Otot, yaitu:
1. Tulang ( Osteology )
Dilihat dari bentuknya tulang dapat dibagi menjadi :
- Tulang panjang ditemukan di ekstremitas
- Tulang pendek terdapat di pergelangan kaki dan tangan
- Tulang pipih pada tengkorak dan iga
- Tulang ireguler (bentuk yang tidak beraturan) pada vertebra, tulang-tulang wajah, dan rahang.
Sedangkan fungsi tulang yaitu :
1. Penunjang dan pembentuk tubuh.
2. Pelindung organ-oragan vital.
3. Alat gerak pasif dan alat gerak pengungkit.
4. Tempat bertambatnya otot.
5. Tempat persediaan zat kapur dan garam-garam dan.
6. Tempat pembuatan sel-sel darah.
Namun dlam gerakan headstan penunjang tubuh yaitu tulang leher (neck), berhati-hatilah jika melakukan headstan karena didalam tullang leher banyak sekali syaraf-syaraf yang menempel pada tyulang tersebut, apa lagi skull sebagai dasar penompang tubuh kita yang langsung bersentuhan dengan lantai, maka dari itu safety harus benar-benar diterapkan.
Metacarpals sebagai penyangga tubuh kita dan phalange sebagai penyeimbangnya, karena tekanan-tekanan yang dilakukan jari-jari kita akan berpengaruh pada keseimbangan kita.
2. Persendian ( Artrologi )
Sendi adalah bagian-bagian dari kerangka dihubungkan satu dengan yang lainnya melalui perantaraan berupa perlekatan-perlekatan (misalnya: ikat-ikat, sekat-sekat/membrane dan diskus-diskus) atau persendian.
Sendi yang berperan aktif dalam headstand ini yaitu seebagian besar adalah sendi lengan, karena dalam pelaksanaanya sendi lengan dan bahu itu bias menentukan sudut dalam pengambilan langkah awal unuk melakukan headstand.
Sendi-sendi yang terdapat pada langan yaitu:
1. Sendi bahu (art humeri)
2. Seendi siku (art cubiti)
3. Sendi hasta pengumpil atas (art radioulnar superior)
4. Sendi hasta pengumpil bawah (art radioulnar inferior)
5. Sendi pergelangan tangan (art radiioullnar)
6. Sendi antar tulang pergelangan tangan (art intercarpus)
7. Sendi antar pergelangan tangan dengan telapak tangan (art carpo-metacarrpals)
8. Sendi antar tulang telapak tangan (art intermetacarpals)
9. Seendi antar tulang telapak tangan dengan jari-jari tangan (art methacarpo phalangeus)
3. Otot (miologi)
Ada tiga macam otot pada badan manusia, yaitu otot polos, otot jantung dan otot lurik Otot lurik ini diliputi kapsul jaringan ikat yang membatasi otot tersebut terhadap otot-otot di sekitarnya dan member bentuk pada otot tersebut. Sebuah sel otot disebut serabut otot atau serat otot yang terdiri atas satu sel. Secara mikroskopik, sebuah sel otot dibentuk oleh beberapa komponen kecil yang disebut myofibril (fibril=serat kecil) dan ini tersusun secara sejajar, sehingga member kesan bergaris (lurik). Sebuah miofibril terdiri atas sejumlah miofilamen, yaitu aktin (tipis dan transparan) dan myosin (tebal berupagaris-garis gelap).

Kontraksi isomeric yaitu suatu kontraksi otot dimana panjang otot tidak berubah, sedangkan keegangan (tension) otot bias berubah.
Kontraksi isootonik yaitu suatu kontraksi otot dimana panjang otot berubah, sedangkan ketegangan otot tidak berubah.
Pada umumnya suatu gerakan oleh berkontraksinya beberapa otot. Otot-otot yang menyebabkan gerakan sama pada suattu persendian disebut ototsinergis, sedangkan otot-otot yang berlawanan fungsinya disebut otot antagonis.
Saran dan contoh kasus.
Saran saya bagi anda yang mau melakukan gerakan headstand jangan lah setelah makan langsung melakukan gerakan tersebut, karena itu tidak bagus bagi perut kita dan bias-bisa nanti muntah lagi.
Jangan pula anda melakukan headstan tanpa diidampingi oleh orang yang ahli dibidang headstand, karena bias jadi gerakan yang anda lakukan sendiri itu tidak benar. Dengan didampingi oleh orang ahli maka kita pasti akan diberi tahu tentang cara-cara yang benar dalam pelaksanaannya.
Kesalahan yang sering terjadi dalam gerrakan headstand yaitu posisi tangan kita yang sejajar dengan kepala, itu akan menyulitkan kita untuk mencari keseimbangaanya dan tumpuanpun terasa lebih berat dikepala karena tangan tidak ikut membantu menahan tubuh kita. Posisi yang benar yaitu kepala dan tangan membentuk segitiga sama sisi, kedua tangan berada didepan muka kita dan ujung-ujung jari akan membantu kita untuk menyeimbangkan baddan kita dan pasti akan terasa ringan.
Yang kedua yaitu posisi kaki saat headstand sering kali takut untuk melontarkannya keatas, jika anda seperti itu cobalah gerkan tersebut di tembok dan hilangkan rasa takut itu, karena akan menghambat anda untuk bias.
DAFRTAR PUSTAKA
www.google.com/osteologi
anatomi fpok 2008
Langganan:
Postingan (Atom)